Referensi Penggunaan APBD
PSSI akan mengeluarkan rancangan pembiayaan klub sepak bola sebagai referensi bagi klub yang menggunakan dana APBD. Referensi ini adalah “penangkal” problem multitafsir terkait Permendagri yang melarang penggunaan APBD untuk sepak bola.
Rancangan pembiayaan klub tersebut akan disebar ke seluruh klub Liga Super dan Divisi Utama melalui situs resmi klub. Rancangan itu memuat standar kebutuhan klub dalam belanja pemain, akomodasi, konsumsi, serta pembiayaan lain yang bersifat realistis.
Seluruh isi rancangan pembiayaan klub tersebut bertujuan memacu pengelolaan klub secara transparansi dan profesional.
“Setelah surat rancangan pembiayaan klub ini lahir, kami yakin tidak akan terjadi penghamburhamburan dana APBD dalam sepak bola di Indonesia. Semua pengeluaran klub sudah diatur secara rasional dan sesuai kebutuhan,” kata Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) Joko Driyono.
Joko menambahkan, PSSI ataupun BLI tidak berhak melarang klub menggunakan APBD selama dana terebut dipakai dalam batas kebutuhan yang wajar.
Namun, PSSI juga tidak boleh dibatasi oleh Mendagri dalam merancang kompetisi sepak bola nasional secara profesional. (Sindo)