Klub Masih Andalkan APBD

2009 Agustus 24
by Ongisnade

Klub-klub calon peserta Liga Super Indonesia musim 2009/2010 merasa APBD sudah cukup sebagai sumber finansial utama untuk menutup biaya operasional.

Peran APBD bagi klub memang dominan. Dengan kebijakan jumlah peruntukan APBD Rp 12 miliar hingga Rp 17 miliar, investasi pokok klub relatif lebih seragam. Kekuatan antar klub peserta bisa dikatakan seimbang, kecuali peran sponsor berhasil diintensifkan.

Mereka semakin tertolong dengan pembagian grade kontrak pemain menurut status timnas atau bukan. Secara tidak langsung nilai kontrak pemain tertekan.

“Kami hanya mengikuti semua aturan PSSI. Pembatasan APBD tersebut tujuannya baik. Klub harus mencari dana lain kalau modalnya ingin maksimal. Peluang mencari pemain bagus juga mudah. Anggaran Persiba musim depan masih murni dari APBD Rp 10 miliar.Tapi, kami sedang mencari sponsor lokal dan optimistis bisa masuk sampai Rp 5 miliar,” kata Sekretaris Umum Persiba Balikpapan, IrfanTaufik.

Sriwijaya FC butuh dana sekitar Rp 26 miliar imbas revisi kontrak pemain dan kenaikan operasional klub, padahal musim lalu hanya Rp 19 miliar. Persisam Samarinda menyiapkan dana Rp 35 miliar dan berasal dari APBD.

“Ketergantungan terhadap APBD atau berubah mandiri menjadi tanggung jawab klub. Mereka yang memiliki kebijakan penuh untuk mengatur anggarannya,” tegas CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono. (Sindo)

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS